Wajib tahu, mengapa kita perlu membaca Al-quran, walaupun tidak memahaminya.? inilah jawabannya.

- 16 Desember
Advertisement
Halimura.com Jangan tidak tau..ada juga mereka yang jarang menyisipkan kegiatan baca Al- Quran dalam diari harian. dengan berbagai alasan..alasan tidak faham maksud ni pon memang femes laa kan..oleh itu. meh kite baca sesama..moga dapat dapat menjadi pengajaran dan menjadi iktibar pada kita.


Ini adalah satu kisah yang sangat menarik. Semoga dengan cerita ini hati anda akan terbuka tentang membaca  Al-Quran. Kisah ini dikutip dari kisah yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Mengapa Kita Membaca Al-Quran, sedangkan kita tidak memahami sepenuhnya apa yang di baca ?.
Ada seorang Atuk tua tinggal bersama cucu lelakinya di sebuah bukit di pendalaman. Setiap pagi Kakek bangun awal pagi duduk di meja makan dan membaca Al-Quran. Cucunya ingin menjadi seperti Atuk dan meniru seberapa dapat akan bacaan yang dibaca oleh Atuknya.

Pada suatu hari cucunya bertanya, 'Atuk! saya mencoba membaca Al-Quran macam Atuk baca tapi saya tak faham pun, dan jika saya mengerti sekali pun saya akan lupa begitu aku menutupinya. Apa bagusnya bila kita membaca Al-Quran? 'Sedang orang tua itu meletakkan batu bara ke dalam dapur pemanas tubuh, dengan perlahan dia menoleh kepada cucunya sambil berkata,' Bawa karung batubara ini ke sungai dan bawakan saya sekarung air. '

Anak itu buat seperti apa yang disuruh, tetapi semua air itu membocor keluar sebelum dia sampai ke rumah. Orang tua itu tertawa dan berkata. 'Awak harus berjalan lebih cepat untuk yang akan datang,' dan meminta cucunya ke sungai bersama dengan karung batubara untuk mencoba sekali lagi. 

Kali ini anak itu berjalan lebih cepat, sekali lagi karung itu kosong sebelum dia tiba ke rumah. Terlalu letih, dia memberitahu Atuknya bahwa mana mungkin untuk membawa air di dalam karung, dan dia pergi untuk mengambil ember. Orang tua itu berkata, 'saya tidak ingin sebaldi air, saya ingin sekarung air. Anda tidak cukup kuat mencobanya. 'Dan dia menuju ke pintu melihat cucunya mencoba lagi.

Pada katika itu, anak itu sudah tahu bahwa tidak mungkin dapat membawa air di dalam karung sampai ke rumah, tetapi untuk tidak menunjukkan apa-apa reaksi kepada Atuknya dia berlari seberapa laju yang dia dapat, semua air yang di bawa masih membocor keluar sebelum dia sampai ke rumah. 

Anak itu sekali lagi pergi ke sungai dan berlari secepat mungkin dengan sekarung air, tetapi ketika sampai ke Atuknya, goni tersebut sekali lagi kosong. Melelahkan, katanya, 'tengok Atuk, tak guna!' 'Jadi Anda pikir itu tidak berguna?' Orang tua itu berkata, 'tengok guni itu.'

Anak itu melihat akan goni tersebut dan buat kali pertamanya dia sadar bahwa karung tersebut sudah berubah. Ini telah berubah dari goni lama yang kotor bekas batubara menjadi begitu bersih, luar dan dalam.

'Cucuku, itulah yang akan terjadi jika Anda membaca Al-Quran. Anda mungkin tidak mengerti atau ingat semuanya, tetapi ketika Anda membacanya, Anda akan berubah dengan sedirinya, internal dan eksternal. Itulah karunia Allah s.w.t. dalam kehidupan kita. 

Sumber : nasihatustazblognet.blogspot.co. id
 

Start typing and press Enter to search